Minggu, 25 Desember 2016
Menanggapi
NAMA : ANNISA PURWANI N.A
NPM : 15410181
KELAS : 3D PBSI
Persoalan Ujian Nasional yang Begitu Pelik
dan Pendidik yang Berkualitas
Ujian Nasional adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional, dan adanya ujian nasional sebagai syarat untuk mencapai kelulusan, ujian nasioan di maksudkan untuk mengetahui hasil belajar siswa dan untuk memperoleh keterangan mengenai mutu pendidikan, tetapi ujian nasional akhir-akhir ini menjadi pembicaraan yang sangat hangat bagi sebagian orang bahkan para pemimpin negara. Opini yang di tulis oleh Rika irawati tentang “Butuh pendidik berkualitas” berkaitan dengan persoalan-persoalan mengenai ujian nasional, salah satunya yaitu penolakan dari presiden joko widodo.
Saya sependapat dengan opini yang di tulis oleh Rika irawati mengenai “Butuh pendidik berkualitas” di Koran tribun jateng edisi Rabu, 21 Desember 2016. Saya sependapat dengan opini tersebut karena di dalam opini tersebut berisi penolakan dari presiden Joko widodo mengenai usulan menteri pendidikan dan kebudayaan Muhadjir Effendy mengakhiri polemik motatorim ujian nasional. Presiden juga menyatakan ujian nasional yaitu sebagai ajang bagi siswa bertarung di dunia internasional.
Ujian nasional mungkin menjadi momok yang sangat menakutkan bagi kalangan pelajar yang akan menghadapi ujian, banyak pelajar yang ketakutan saat akan menghadapi ujian, hal tersebut banyak di tentang oleh pelajar dan menghendaki ujian nasional di tiadakan. Meski bukan lagi menjadi indikator utama kelulusan, ujian nasional tampaknya masih menjadi persoalan bagi proses belajar mengajar peserta didik di Indonesia.
Presiden telah memutuskan hal yang berkaitan dengan ujian nasional, bahwa ujian nasional tetap di adakan, di jalankan, dengan berbagai penyempurnaan perbaikan. Dan mengenai putusan yang di sampaikan oleh presiden, saya setuju dengan putusan beliau, karena kalau tidak adanya Ujian nasional, pelajar tidak akan merasa takut akan menghadapi ujian dan proses belajar akan semakin berkurang, walaupun pada kenyataannya masih banyak di luar sana pendidik yang tidak belajar, belajar hanya ketika menghadapi ujian saja.
Sejak wacana penghapusan ujian nasional yang di sampaikan oleh Muhadjir effendi membuat para pelajar merasa bingung, antara harus senang karena pelajar tidak perlu mati-matian untuk belajar agar mencapai nilai kelulusan dengan baik. Apakah ujian nasional satu-satunya indikator penentu kualitas sistem pendidikan ? tentu saja bukan, hal tersebut di buktikan di negara Finlandia sebagai negara pemilik system pendidikan di dunia, di negara tersebut tidak ada ujian, dan tak memberikan tugas atau pekerjaan rumah, tak seperti di indonesia, tetapi mengapa negara tersebut bisa berhasil, kuncinya adalah karena kualitas tenaga pendidiknya. Semua guru harus lulusan S2 dan dari program pendidikan.
Berbeda dengan di Indonesia guru yang melanjutkan S2 masih bisa di hitung dengan jari. Bahkan juga sebagian dari mereka yang menjadi pengajar bukan lulusan program pendidikan. Pada kenyataan kualitas guru yang baik sangat di perlukan untuk menghasilkan calon penerus bangsa yang cerdas dan baik. Guru yang berkualitas juga memberikan pengaruh yang besar bagi lulusan yang di hasilkan, jika ingin menghasilkan lulusan yang berkualitas, gurulah yang pertama harus punya kompetensi tersebut.
Masih banyak pendidikan di Indonesia yang harus di perbaiki, yaitu dari segi pendidiknya dan dari tenaga pendidiknya. Jangan mau kalah dengan negara yang lain, kita sebagai bangsa Indonesia bisa ikut bersaing dengan negara lain agar bisa seimbang dari segi pendidik maupun tenaga pendidiknya, agar kita mampu bersaing dengan negara lain, jangan hanya karena ujian nasional menjadi persoalan yang tak henti-hentinya di perbincangkan, sebagai contoh di negara Finlandia saja yang tak ada ujian saja bisa mencetak anak-anak yang cerdas, apalagi bangsa kita yang ada ujian nya, kita sebagai bangsa Indonesia pasti mampu bersaing dengan negara-negara lain.
Seperti halnya keputusan presiden jokowi tentang ujian nasional semata-mata untuk memperbaiki proses belajar pada peserta didik yang di rasa belum sesuai. Di adakan nya ujian nasional juga untuk mengukur seberapa jauh kemampuan para peserta didik, ujian nasional di adakan bukan untuk menakuti pendidik karena kerumitannya, seperti pada tahun-tahun sebelumnya ujian juga di laksanakan, tetapi bukan ujian nasional namanya melainkan yaitu EBTANAS, ujian penentu kelulusan pada tahun-tahun sebelumnya itu berbeda dengan ujian nasional yang sekarang, pada tahun terdahulu ujian di tentukan oleh pusat, berbeda dengan sekarang yang di tentukan oleh sekolah, hal itu mempermudah peserta didik.
Di samping itu, di dunia pendidikan kita sekarang ini muncul keanehan-keanehan. Ujian nasional di tingkat pertama dan tingkat menengah dalam pelaksanaannya masih ada yang tidak jujur, dengan melakukan kecurangan tersebut berarti telah menafikan nilai-nilai akademis dari sebuah kegiatan pendidikan. Hal tersebut tidak bernilai baik dan hal yang paling memalukan bagi dunia pendidikan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar