Minggu, 25 Desember 2016

Balasan Surat Dosen

Nama : Annisa Purwani N.A NPM : 15410181 Kelas : 3D Selamat siang, Pak Naka dosen kelas 3D dan bahkan dosen kelas lain, hanya saja di kelas saya bapak mengampu mata kuliah penulisan media massa. Bagaimana kabar Pak Naka dan keluarga? Semoga baik-baik saja ya, dan selalu dalam lindungan Allah. Amin. Kabar saya dan teman-teman sangat luar biasa pak, apalagi sekarang kami sudah menginjak semester 3, semester di mana banyak sekali tugas dari para dosen, dan banyak sekali rutinitas yang di lakukan. Meskipun surat ini datang mendadak tapi tidak apa-apa, hanya saja yang membuat saya terkejut mengapa bapak pergi meninggalkan kelas, karena biasanya bapak selalu datang ke kelas. Sebenarnya apa yang di katakan Pak Naka mengenai kemuliaan yang berhenti pada diri kalian yang cukup bisa terhitung dengan beberapa lipatan leher itu tidak sepenuhnya benar, sebenarnya kami mempunyai pendapat sendiri untuk menyampaikan di depan kelas, hanya saja butuh keberanian, dan keberanian itu hanya di miliki oleh beberapa anak saja, dan sebagian masih merasa malu-malu untuk menyampaikan apa yang di peroleh selama proses pembelajaran. Mengenai tugas Bapak di Jakarta dari tanggal 18-20 Oktober, semoga di beri kelancaran, apalagi tugas wajib tersebut membawa nama universitas, meskipun bapak di Jakarta, tetapi harus ingat mahasiswa yang di Semarang ya Pak, kami di sini menunggu bapak agar bisa mengajar kelas kita lagi, dan tidak sabar mendengar cerita bapak selama di Jakarta, entah bapak di sana merasa senang atau malah sebaliknya, lalu bukan hanya mahasiswa bapak yang di tinggalkan, keluarga bapak juga, bahkan mereka merindukan bapak, selama bapak di Jakarta untuk menjalankan tugas dalam rangka musyawarah sastrawan di Badan usaha. Tak apa jika bapak pergi meninggalkan kelas, kepergian bapak juga untuk menghadiri musyawarah sastrawan, yang pasti terkait dengan dunia literasi. Mengenai surat bapak yang menanyakan mengapa kami malas membaca? Malas berterus terang untuk bicara? Malas untuk mengutarakan, menyelatankan, atau bahkan membarat atau menimurkan gagasan atau ide yang sekecil apapun yang nyangkut barang sementara atau sesaat di benak kami?. Saya akan menjawab mengapa demikian, yang pertama mengapa kebanyakan dari kami itu malas untuk membaca dan malas berterus terang untuk berbicara? Sebenarnya itu tergantung dari diri kita masing-masing, ada yang malas ada yang giat untuk membaca dan berterus terang dalam berbicara, banyak sekali faktor yang membuat kita malas membaca dan berbicara di depan kelas di antarnya yaitu, bahwa jika membaca membuat pusing karena ketebalan buku yang di baca, terlalu banyak memegang gadget sehingga membuat kita malas untuk membaca karena terlalu asyik dengan gadget nya, banyaknya hiburan juga membuat kita malas membaca karena kita terlalu asyik dengan hiburan tersebut. Memang benar apa yang di katakana oleh bapak, jika kita tidak banyak membaca buku, membaca Koran, dan membeli banyak buku yang bisa di jadikan referensi, kita tidak bisa memperoleh informasi dari hal-hal tersebut, memang benar sekarang kita bisa membaca buku dan membaca koran secara online, karena zaman sudah semakin canggih, apa-apa serba internet. Pernyataan bapak mengenai apa kami sudah punya masa depan yang sudah di prediksi kehadirannya, bisa di jadikan motivasi agar kita lebih giat dalam membaca. Tentang perkataan bapak mengenai kita harus bisa memahami diri sendiri terlebih dahulu, memang benar perkataan dari bapak, jika kita harus bisa memahami apa yang ada pada diri kita, mengenai apa yang menjadi kekurangan dan menjadi kelebihan pada diri kita, lalu motivasi saya kuliah yaitu ingin menjadi mahasiswa yang baik, dan bisa memperoleh nilai yang baik agar bisa membanggakan kedua orang tua saya, dan mengenai cita-cita saya yaitu ingin menjadi guru yang baik yang bisa mengajar siswa-siswanya dan bisa menularkan ilmu saya kepada mereka. Dari perkataan bapak mengenai mahasiswa yang sangat sibuk dan tidak bisa menyempatkan untuk membaca Koran dan membaca buku,memang benar perkataan bapak bisa di jadikan motivasi untuk kami, tentang bapak yang dulu dalam kuliah sibuk, tetapi masih bisa menyempatkan untuk membaca, dan bapak bisa berkarya. Semoga surat dari bapak bisa di jadikan pedoman untuk memotivasi diri saya dan teman-teman saya. Cukup sekian balasan surat dari saya Pak Naka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar