Minggu, 25 Desember 2016

menanggapi

SUKA CITA DIBULAN BAHASA Bulan bahasa, seperti itulah kata yang pas untuk memperingati bulan bahasa yang setiap bulan oktober banyak sekali acara-acara yang di laksanakan, terutama bagi universitas PGRI Semarang yang rutin tiap bulan oktober mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan bulan bahasa. Semarak bulan bahasa dalam rangka memperingati bulan bahasa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang terselenggarakan dengan lancar. Mahasiswa dan dosen pun turut ikut andil dalam pelaksanaan bulan bahasa tersebut. Acara bulan bahasa di awali dengan UPGRIS bersastra yaitu kegiatan membedah buku yang di usung dengan judul 3 buku, 3 pembaca, 3 kritikus, dan 1 pengarang, acara tersebut sangat meriah dengan di datangi oleh para tokoh, Rektor UPGRIS dan tentunya mahasiswa Universitas PGRI Semarang yang tentunya ikut meriahkan acara tersebut. Kegiatan lomba berikutnya yang tentunya juga sangat meriah yaitu lomba lagu nusantara yang di adakan di Balairung Universitas PGRI Semarang, setelah di adakan lomba lagu nusantara yang tentunya sangat meriah, lomba berikutnya yaitu lomba pidato 3 bahasa, seperti bahasa inggris, bahasa indonesia, dan bahasa jawa, lomba pidato tersebut tidak di adakan bersamaan melainkan lomba pidato tersebut di adakan di tempat yang berbeda tetapi pada waktu yang bersamaan, seperti lomba bahasa jawa di adakan di GP01-03, lomba pidato bahasa inggris di ruang seminar GP2, dan yang tentunya tak kalah meriah lomba pidato bahasa indonesia yang di adakan di GP7 antar siswa SMA/SMK/MA Se Jawa Tengah. Sukses selalu untuk Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang. Acara puncak peringatan bulan bahasa yaitu jatuh pada hari kamis tepatnya pada tanggal 27 Oktober 2016, puncak bulan bahasa bertempat di Balairung Universitas PGRI Semarang yang di adakan pada pukul 07.00 WIB Sampai dengan selesai, acara berlangsung sangat meriah dengan di hadiri Rektor Universitas PGRI Semarang, dosen-dosen Universitas PGRI Semarang, dan yang tak tertinggal yaitu Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Universitas PGRI Semarang. Seluruh mahasiswa mengenakan pakaian budaya indonesia yang tentunya sangat beraneka ragam, ada yang mengenakan kebaya, ada juga yang mengenakan pakaian sesuai dengan daerah nya masing-masing, semuanya ikut serta dalam pelaksanaan bulan bahasa. Acara pertama di sambut oleh Rektor Universitas PGRI Semarang, pak rektor berpidato tentang acara bulan bahasa, hiburan yang pertama yaitu seorang yang bernyanyi dengan di iringi oleh piano, pak rektor juga tak mau kalah beliau bermain perkusi dengan menggunakan tong sampah yang di temani oleh seorang mahsiswa, ketika beliau bermain perkusi suasana balairung menjadi ramai karena penampilan dari rektor UPGRIS yang sangat menarik dan tentunya sangat sayang untuk di lewatkan. Dalam festival budaya tersebut setiap kelas dari Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni ikut berpartisipasi dalam menampilkan pertunjukan-pertunjukan yang tentunya sangat menarik untuk di tonton. Pertunjukan-pertunjukan di atur sangat apik, dan tentunya agar penonton tidak kecewa dan merasa bosan dengan acara tersebut, sebelum di adakan puncak bulan bahasa, tentunya di adakan juga gladi bersih acara tersebut yang di adakan satu hari sebelum peringatan puncak bulan bahasa, agar keesokan harinya acara dapat terselenggara dengan lancar. Setting lampu juga di tata sedemikian rupa dan di tata dengan baik demi kelancaran puncak bulan bahasa. Dalam festival puncak bulan bahasa banyak tarian-tarian yang di tampilkan oleh perwakilan setiap kelas, tarian-tarian yang di tampilkan antara lain tarian tradisional, tarian modern, dan tentunya tarian yang di modifikasi tradisional dan modern, pada saat tarian-tarian di tampilan suasana balairung yang penuh dengan penonton sangat meriah dan menambah semaraknya acara puncak bulan bahasa. Satu persatu tarian dari perwakilan kelas di tampilkan, dari tarian-tarian tersebut tidak ada yang tidak menarik, semuanya bagus dan sangat menarik. Tetapi dengan berlangsungnya acara tersebut, mahasiswa di himbau agar menjaga norma-norma atau tetap pada batasannya. Universitas PGRI Semarang juga merencanakan acara yang lebih menarik setiap bulan oktober untuk di selenggarakan setiap tahunnya. Tak kalah menarik dengan peringatan bulan bahasa yang jatuh pada bulan oktober, peringatan yang lain yang jatuh pada bulan oktober yaitu sumpah pemuda, selamat hari sumpah pemuda ke-88 untuk seluruh pemuda indonesia, bagaimana peran kalian pemuda hingga saat ini. Kontribusi apa yang telah kamu lakukan? Di masa kemerdekaan indonesia, di orde baru menuju reformasi telah membuktikan dirimu pemuda yang penuh ambisi, dengan impian, kau memberikan perubahan, di mana keberadaanmu kawan, di 88 tahun sumpah pemuda, kita sebagai generasi yang baru tentunya harus bisa mengikuti jejak-jejak pemuda sebelumnya, bukan dengan berperang, karena kita hidup di jaman yang sudah merdeka, paling tidak kita bisa memanggakan bangsa indonesia dengan karya-karya kita, seperti halnya karya, acara yang di adakan di halaman GU Universitas PGRI Semarang tentunya sangat menarik, karena di situ kita dapat melihat mahasiswa berorasi, seperti halnya berorasi, mahasiswa banyak membacakan puisi-puisi tentang sumpah pemuda yang menarik dan sayang untuk di lewatkan, acara tak berhenti cukup di situ saja banyak sekali acara mengenai sumpah pemuda, acara puncak yaitu pada malam hari. Tetap gelorakan semangatmu satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa untuk Indonesia. Semoga generasi muda indonesia makin positif dan makin kreatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar